Siapa yang belum pernah merasakan nikmat dan legitnya buah pisang. Buah yang identik dengan makanan gorila dan disukai para manusia ini memang memiliki keunikan tersendiri. Hampir semua bagian pisang, dari mulai daun sampai akar memiliki kegunaan tersendiri baik itu bagi manusia maupun untuk kaum gorila. Pada postingan kali ini, si sayah akan membedah tentang faedahnya pohon pisang. Dilihat dari berbagai sudut pandang. Ya, sudut pandang serius dan sangat serius .
Cekidot!
Pepatah cina mengatakan, “Ga ada Ubi, Pisang pun jadi”. Buah pisang memang merupakan makanan selera rakyat. Selain bergizi, menyehatkan, murah lagi. Hehe (yang terakhir yang paling saya suka). Pisang juga bisa kita jadikan sebagai senjata penyelamat disaat kita dikejer-kejer sekelompok orang utan. Ini serius, lemparkan saja pisang yang kau pegang itu!. walaupun pisangnya Cuma satu dan gorilanya banyak, kita tetap bisa selamat. Karena akan terjadi pertumpahan darah diantara para gorila dalam memperebutkan pisang yang satu-satunya tadi. Dan kitapun yang sejak awal mereka kejar-kejar. Akan dilupakan dan selamat sentosa menuju gerbang kemerdekaan kebun binatang. Fiuuuh.
Gedebong atau batang pisang sering dijadikan sebagai alat vital (semoga tidak disalah-artikan) dalam pagelaran wayang, entah itu wayang golek ataupun wayang kulit asal jangan wayang orang. Bisa juga dijadikan sebagai alat latihan adu jotos buat para petinju junior (buat yang ga ada modal beli samsak, bisa menggunakan gedebong pisang yang digantung diatas po’on). Dan yang terakhir, bisa digunakan sebagai pelampung darurat bila kita dijorokin (karena ada yang keki) diatas pesawat trus jatuh terombang-ambing tak berdaya di tengah lautan. Gedebong pisanglah solusinya. Itu pun kalau ada. Kalau engga ada? Berdoa dan Pasrah sajalah pada takdir yang maha kuasa. Dan semoga tidak terdampar dipulau bonga-bonga.
Jantung pisang. Bisa dikonsumsi sebagai pelengkap santap siang anda. Disajikan dengan perkedel kentang dan sambal dadakan, beeeuh, maknyuus. Tapi ingat! Jangan mengkonsumsi jantung pisang ini secara berlebihan, bisa-bisa anda JANTUNGAN. Tetaplah waspada, kawan!
Getah pohon pisang bisa dijadikan obat berbagai luka goresan akibat benda tajam dengan cara dioleskan ke luka yang anda derita(ini serius, saya pernah coba). Bisa karena goresan pisau, golok ataupun silet. Kecuali luka hati.Entah mengapa, saya ragu kalau getah pisang juga bisa mengobati hati yang tergores. Yap, sesakit hati apapun anda karena dikhianati oleh kekasih hati, jangan jadikan getah pisang sebagai pelarian. Karena sebanyak apapun dirimu mengkonsumsinya, sakit hati anda tak akan terobati. Malah anda bisa mati. Saya jamin. Ga lucu az, bila dalam Liputan 6 diberitakan : “telah diketemukan sesosok mayat, yang setelah diotopsi diyakini bahwa dia tewas mengenaskan karena overdosis getah pisang”. Benar-benar cara mati yang mengenaskan.
Akar pisang juga bisa dikonsumsi loh sodara-sodara. Dulu waktu kelas 1 SMA, si sayah pernah dapet tugas pelajaran biologi. Bu Bety, seorang ibu yang baik hati dan penyayang yang waktu itu menjadi guru biologi, menyuruh kita membuat kelompok dan dari kelompok tersebut harus tercipta karya mahadahsyat berupa penganan atau makanan yang BENAR-BENAR NGGA BIASA. Maksudnya? Yaa, pokoknya kita harus mencari dan membuat makanan yang bener2 lain dari yang lain. Harus penuh inovasi dan belum pernah ada yang bikin. Wuuih, saat itu para murid langsung berpikir keras. Kira-kira kita bikin apa ya? ada yang punya ide bikin Es Lidah buaya (serius ini ada,dan rasanya mayan enak, walau agak sepet), bikin cemilan dari biji nangka, dan yang paling ekstrim adalah GEPUK DARI AKAR PISANG. Haha. itulah ide kelompok sayah. Apakah misi kita membuat gepuk dari pohon kita ini berhasil? Terus baca postingan ini. Kalau tidak, anda akan menyesal dunia dan akhirat.
Jadi bagaimana bisa, ide bikin Gepuk dari akar pisang ini serta merta bisa muncul dari kelompok biologi cerdas ceria kami? Jadi begini ceritanya……. (saya menerawang)
Disuatu sore yang mendung, Si Indra yang saat itu (kurang beruntung) menjadi ketua kelompok, mengumpulkan semua anggotanya.
‘ada yang punya ide ga, mu bikin apa?? Saya mah bingung, sumpah. Takut nantinya masakan yang kita bikin malah jadi racun buat orang lain!!’. Si Indra membuka pembicaraan.
‘bikin agar-agar dari kelapa aja ndra. Kayanya enak tuh!’ kata si Andri Sekenanya.
‘Lu kemane aje, kawan? Itu mah dari sejak zaman orde baru juga udah populer. Namanya nata de coco. KITA KAN HARUS BIKIN SESUATU YANG BARU’. Si Indra ngomong dengan penuh penekanan dengan muka yang (dibuat) serius.
Tiba-tiba Si Indra melihat muka anggota kelompoknya satu persatu, dan tanpa aba-aba, berhenti saat melihat muka si sayah. Entah apa yang dia pikirkan, tapi tiba-tiba, doi berkata penuh harap :
‘kamu ada ide ga den? Bikin apaaa gitu, lu kan orang desa, jadi tau dong makanan yang aneh-aneh tapi menyehatkan??’
‘(dalam hati saya bilang : Sialan lu Ndra, ngatain gw orang desa) sungguh pertanyaan yang sulit, sobat! Eh tapi (tiba2 terpikir sesuatu) bagaimana kalau kita buat REMPEYEK DARI DAUN RAMBUTAN?’. Saya bilang dengan bangganya.
Hening.
‘Edi Sud matanya belo, maksud lo?’ kata si Reza mencoba puitis.
‘jadi begini sodara-sodara, daun rambutan yang sering dipandang sebelah mata itu, bisa kita jadikan penganan berkualitas dengan cara dicampur terigu trus kita goreng dengan minyak goreng (ya iya atuh). Pasti bakalan mantap, apalagi dengan ditambahkan MSG kedalamnya. Ya Ngga, kawan-kawan??’. Saya bertanya penuh harap.
Hening lagi.
Heniiing banget.
Dan keheningan itu berakhir dengan teriakan ‘huuuuuh’ dan terlontarnya banyak kaus kaki ke muka sayah.
‘Ih si deden, idenya ga mutu banget,emangnya kita mu bikin pakan ternak!!’. Si Rani malah ngatain.
Sebagai ketua si Indra langsung mengamankan situasi yang telah berantakan oleh sayah.
‘sudah-sudah, hentikan!!’
Lalu dia ngelirik muka sayah, dan bilang :
‘Den, Plis deeh, jangan gila dong!’. Katanya dengan gaya ivan gunawan bawain acara.
Saya Cuma nyengir.
Lalu si Indra ngomong lagi :
‘teman-teman, bagaimana kalau kita bikin GEPUK DARI AKAR POHON PISANG’ saja??
‘dapat ide dari mana luh ndra?? Kira2 ga bakal bikin orang yang makan kejang2 kan?’. Tanya si Wisnu.
‘tadi saya nge esemes Mbah, dan dia ngasih ide itu! Gimana kalian setuju ngga?? Cara pembuatannya, nanti kita belajar ke Si Mbah’. Kata si Indra dengan keyakinan tingkat dewa.
Sebagai anggota yang sudah kehabisan ide. Kita Cuma bisa manggut-manggut az. Apalagi si Indra pake bawa-bawa nama Mbahnya. Pasti Mudah-mudahan ide ini brilian.
Saya Cuma bisa bilang :
‘Semoga Mbah kamu dalam keadaan sadar pas ngasih ide ini’.
Singkat cerita, jadilah Si GEPUK AKAR PISANG ala chef deden dan kawan-kawan. Warnanya kehitam-hitaman seperti gepuk pada umumnya, dan rasanyapun lumayaaan laaah. Walau rada2 sepet, yaaah, namanya juga coba-coba. Dan setelah di cek di laboratorium, ternyata SI GEPUK AKAR PISANG ini memang layak untuk dimakan. Asal jangan kebanyakan, ya!. hehe.
—-
Wuuuuuuh, postingan saya kali ini ternyata padat merayap juga ya? hehhhm. Semoga kalian selesai membacanya. Karena salah arti sering terjadi kalau kita membaca setengah-setengah tulisan orang. Yang sabar ya, guys.
Satu kata yang muncul dalam benak saya kali ini :
“Mampu ga ya saya seperti pohon pisang? Yang setiap bagian dari tubuhnya bisa bermanfaat. Saya jadi ingat ke tangan saya, sudahkah tangan ini saya gunakan untuk menolong sesama?. Apakah kaki saya ini berguna bagi saya dan orang lain? Atau malah sering melangkah ke tempat maksiat?. Mata, apakah kedua mata saya ini saya gunakan sebaik-baiknya untuk hal-hal yang berguna? Atau malah digunakan untuk melihat yang tidak –tidak.”
Selamat merenung sobat. Apakah bisa kita jadi “pohon pisang”. Atau mungkin kita Cuma bisa menjadi benalu yang merugikan dan mengandalkan hidup dari “pohon-pohon yang lain”.
==
gambar dikutip dari : doharta.wordpress.com










keren… pisang banyak manfaatnya…
apa saja kandungan yang terdapat dalam getah pisang?
terima kasih
[Reply]